of Hilal & Arifin
Kepada Yth. Bapak/Ibu/Saudara/I
Tamu Undangan
*) Mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan nama/gelar
Coming Soon Jum'at-Sabtu, 27-28 November 2026
Assalamualaikum Wr. Wb.
Atas Karunia Tuhan Yang Maha Esa, perkenankanlah kami menyampaikan kabar bahagia kepada Bapak/Ibu/Saudara/i mengenai hari pernikahan kami.
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya diciptakan-Nya untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu dapat ketenangan hati dan dijadikannya kasih sayang di antara kamu. Sesungguhnya yang demikian menjadi tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang berpikir. "
Qur'an Surah Ar-Rum: 21
Nurkhilal Hasibuan, S.Pd
Putri Pertama
Bapak Abdul Hakim Hasibuan
& Ibu Nur Kholilah Ritonga
Muhammad Arifin Siregar, S. T
Putra Ketiga
Bapak Roy Rullah Siregar
& Ibu Nirwana
Kami akan menikah, dan kami ingin Anda menjadi bagian dari hari istimewa kami.
Yang akan dilaksanakan pada :
Akad Nikah
Jum'at, 27 November 2026
Pukul : 08:00 WIB
Kediaman Mempelai Wanita
Resepsi
Sabtu, 28 November 2026
Pukul : 08:00 WIB
Kediaman Mempelai Wanita
Semuanya bermula pada Agustus 2025. Saat itu, kami belum saling mengenal. Takdir mempertemukan kami melalui seorang kakak iparnya yang kebetulan merupakan rekan kerja. Sebuah perkenalan yang terlihat sederhana, tetapi ternyata menjadi awal dari cerita panjang yang perlahan kami tulis bersama.
Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada November 2025, untuk pertama kalinya kami bertemu secara langsung di sebuah coffee shop. Mungkin ada alasan mengapa pertemuan pertama kami terjadi di tempat yang sama-sama kami sukai: kopi.
Tidak ada yang tahu bahwa dari sebuah meja, obrolan sederhana, dan secangkir kopi, akan tumbuh sebuah cerita yang begitu berarti.
Setelah pertemuan itu, kami tidak langsung menjadi pasangan. Kami memilih untuk saling mengenal terlebih dahulu. Menjadi teman, menjadi teman berbagi cerita, dan tentu saja menjadi teman ngopi.
Kami kembali bertemu di Karakter Kopi. Dari pertemuan demi pertemuan, kami mulai mengenal satu sama lain lebih dalam. Bukan hanya tentang kesukaan dan kebiasaan, tetapi juga tentang cara berpikir, mimpi, harapan, dan kehidupan masing-masing.
Ternyata, terkadang cinta tidak datang dengan cara yang begitu besar dan dramatis.
Kadang, cinta tumbuh perlahan.
Dari sebuah perkenalan. Dari obrolan sederhana. Dari pertemuan-pertemuan kecil. Dari secangkir kopi yang dinikmati bersama.
Hingga akhirnya, pada Januari 2026, kami memutuskan untuk menjalin sebuah komitmen.
Saat itu, kami mungkin belum tahu seperti apa perjalanan kami ke depannya. Kami bahkan belum mempertemukan keluarga masing-masing. Namun, di antara banyak ketidakpastian, kami memilih untuk saling percaya dan berjalan bersama.
Waktu terus berjalan.
Hingga akhirnya, pada Agustus 2026, setelah melewati berbagai cerita dan proses dalam hubungan kami, kami mulai benar-benar meyakinkan hati untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.
Bukan lagi sekadar tentang "kita hari ini", tetapi tentang "kita di masa depan".
Tentang rumah yang ingin dibangun bersama. Tentang keluarga yang ingin disatukan. Tentang kehidupan yang ingin dijalani berdua.
Dan pada September 2026, sebuah langkah besar akhirnya terjadi.
Dia datang bersama keluarganya ke rumah, bukan lagi sekadar sebagai seseorang yang ingin mengenal dan mencintai, tetapi sebagai seseorang yang datang dengan niat baik untuk meminta izin dan menyampaikan keseriusan untuk menikah.
Di hari itu, sebuah hubungan yang dahulu dimulai dari perkenalan sederhana akhirnya membawa dua keluarga untuk saling bertemu.
Pernikahan bukanlah akhir dari kisah cinta ini.
Justru, pernikahan adalah awal dari babak baru—ketika kami tidak lagi hanya berjalan sebagai dua orang yang saling mencintai, tetapi sebagai dua orang yang memilih untuk membangun kehidupan bersama.
Dari Agustus 2025, ketika kami pertama kali diperkenalkan, hingga September 2026, ketika niat baik itu akhirnya disampaikan kepada keluarga, kami belajar satu hal:
Ternyata, sebuah kisah besar bisa dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana.
Dari sebuah perkenalan. Dari sebuah coffee shop. Dari kesukaan yang sama terhadap kopi. Dari pertemanan. Dari kebiasaan ngopi bersama. Dari sebuah komitmen. Hingga akhirnya sampai pada sebuah niat untuk menghabiskan sisa hidup bersama.
Dan jika suatu hari nanti kami kembali duduk menikmati secangkir kopi, kami akan mengingat bahwa pernah ada dua orang yang tidak pernah menyangka bahwa pertemuan sederhana mereka akan membawa mereka menuju satu tujuan:
menjadi keluarga.
Karena pada akhirnya, bukan tentang seberapa sempurna awal sebuah kisah.
Tetapi tentang bagaimana dua orang memilih untuk terus berjalan, sampai akhirnya menemukan rumah di dalam diri satu sama lain.
Ini adalah kisah kami.
Kehadiran Anda merupakan sebuah do'a serta rasa syukur bagi kami, namun jika memberi adalah bentuk Do'a & cinta kasih bagi Anda, Anda dapat memberi kado secara cashless dan kami akan senang hati menerimanya dan tentu semakin melengkapi kebahagiaan kami.
Beri Do'a & Ucapan Terbaikmu
Tuliskan harapan dan doa terbaik Anda untuk kedua mempelai melalui kolom berikut:
Mohon konfirmasikan kehadiran Anda
dengan mengisi formulir di bawah ini.
Form RSVP ini hanya dapat diakses untuk para tamu undangan saja!
Terima Kasih Atas Kehadiran & Doa Restunya
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami sekeluarga apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir untuk memberikan doa restu kepada kedua mempelai. Atas kehadiran serta doa restu, kami ucapkan terima kasih.
Sampai Jumpa di Hari Bahagia Kami
Keluarga Besar
Bapak Abdul Hakim Hasibuan
& Ibu Nur Kholilah Ritonga
Keluarga Besar
Bapak Roy Rullah Siregar
& Ibu Nirwana
Turut Mengundang :
Keluarga Besar Kedua Mempelai