“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)
Kami saling membuka komunikasi lewat instagram dengan niat (iseng) ,awalnya aku mengira kami hanya akan jadi teman bertukar cerita karena pada saat itu aku tumbuh menjadi gadis musim dingin yang tak kunjung bersemi, merasa tidak butuh cinta dan takut untuk mencintai. Tumbuh didalam rumah yang tak utuh,membuat kepercayaan ku lumpuh entah pantas gadis berantakan ini dicintai dengan layak. Semakin hari dimakan waktu aku dibuat nya terbiasa,untuk setiap tangis yang ia peluk,untuk api marahku yang ia padamkan,untuk segala sakit ku yang berusaha ia sembuhkan, bak menyulam luka yang tidak pernah kembali sempurna tapi tangannya terasa sangat menghidupkan, terus bert. Kota Tangerang menjadi bab pertama untuk cerita kami.
Tidak ada hari khusus untuk kami menyebutnya dengan tanggal jadian,semua hanya ‘berjalan’dan kami berdua semakin saling peduli,memahami,memberi dan menerima kasih sayang karena hubungan kami selalu berjarak jauh,tak jarang kami harus beradu api yang membuat kami sering merasa tidak lagi utuh karena ego yang semakin keruh. Tepat di 2,5 tahun hubungan kami memutuskan untuk memperbaiki diri dan hidup tanpa saling melibatkan satu sama lain.Tetapi,sepertinya ikatan kami tidak benar-benar selesai dan kami memutuskan kembali untuk mengikat hubungan dalam bentuk tunangan.
Dalam perjalan hubungan kami yang menginjak tahun ke-5, kami berdua sepakat untuk satu langkah lebih maju,lebih serius dan memilih untuk tumbuh bersama dalam ikatan pernikahan. Tangis,luka,tawa dan bahagia yang kami genggam dengan jutaan do’a baik di dalamnya, keraguan yang tumbuh kami berhasil memupuk nya agar tak lagi rapuh. Pertama kalinya aku merasa beruntung, semoga selalu begitu! tak hanya saat jadi dewasa kecilku pun ia peluk juga,mendapatkan laki-laki yang peran nya lebih sempurna daripada seorang ayah, dengan gigih ia mendobrak pertahanan ku sebagai perempuan mandiri,sebagai perempun keras kepala,sebagai perempuan yang tidak percaya cinta,dan sebagai perempuan yang tidak pernah merasa pantas.
Dengan nya aku merasa cukup untuk menjadi (Aku),
Semoga pernikahan ini menjadi ladang yang cukup luas untuk menuai banyak hal baik,semoga kami selalu mengasihi, semoga harapan-harapan kami teramini,semoga rumah kami terjaga dan bisa menjadi tempat pulang paling aman,semoga cinta kami se kekal janji dihadapan tuhan,semoga bahagia kami juga membahagiakan kalian.