Undangan Pernikahan
Dina & Isal

















“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)
Kami tidak memulai dengan cerita yang indah.
Bahkan di awal, kami hanyalah dua orang asing yang berjalan di arah masing-masing, tanpa pernah menyangka akan dipertemukan dalam satu takdir yang sama.
Waktu mempertemukan kami dalam keadaan yang tidak sempurna. Namun justru di situlah kami belajar bahwa Allah tidak mempertemukan tanpa alasan.
Kami pernah saling menjauh.
Bukan karena hilang rasa, tapi karena ingin memperbaiki diri, menata hati, dan memastikan bahwa apa yang kami jalani bukan sekadar keinginan, melainkan kesiapan.
Dalam jarak itu, kami belajar arti rindu yang tidak harus diungkapkan, dan doa yang diam-diam dipanjatkan. Hingga pada akhirnya, Allah kembali mendekatkan kami dengan cara yang lebih tenang, lebih dewasa, dan lebih pasti.
Kami pun memahami, bahwa cinta yang baik bukan yang tergesa-gesa, melainkan yang dipersiapkan dengan kesungguhan. Bukan hanya tentang bersama, tapi tentang bagaimana saling membawa menuju kebaikan dan ridha-Nya.
Hari ini, kami memilih untuk melangkah dengan niat yang lebih serius. Mengikat bukan hanya perasaan, tetapi juga tanggung jawab dalam sebuah janji suci pernikahan.
Semoga langkah ini menjadi awal ibadah panjang, yang tidak hanya menyatukan kami di dunia, tetapi juga kelak di akhirat dalam ridha Allah SWT.
Dina “Aku melihat cinta yang tulus dari seseorang yang ternyata sudah menungguku dari sekian lamanya. Dia yang selalu menunggu cerita ku selesai dengan orang lain, dia yang selalu menyimpan rasa sakitnya demi melihat aku bahagia dengan pilihanku, dan ketika kisah cintaku gagal dia selalu datang dengan rasa yang selalu sama”.
Isal “Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu. Karena Cinta sejati bukan hanya soal hati, tapi dia yang tetap teguh dalam penantian panjang, dibuktikan dengan waktu dan realita bukan hanya janji manis diujung lidah. Pada akhirnya cinta sejati pasti akan menemukan jalannya.
Mungkin banyak yang akan jatuh cinta padamu, tapi belum tentu cintanya sehebat aku mencintaimu”.



