










Q.S. Ar-Rum: 21





Percayalah, tidak ada satu pun yang kebetulan di dunia ini. Tak pernah ada yang menyangka, sebuah pertemuan sederhana bisa menjadi awal dari segalanya. Berawal dari membalas Story, bertukar kontak, kami bertemu pertama kalinya tanpa sengaja pada bulan Agustus 2024.
Perjalanan cinta kami bukanlah tanpa ujian. Kami dihadapkan pada jarak yang memisahkan, kesibukan masing-masing, dilingkupi keraguan, dihadapkan pada pilihan sulit, bahkan sempat terlintas keinginan untuk menyerah. Entah sudah berapa kali kami saling memaafkan dan kembali menguatkan. Karena jarak, Mas berusaha meyakinkan dan menjaga perasaannya dengan niat tunangan berdua pada April 2025
Waktu membawa kami pada satu keputusan besar: untuk tidak lagi hanya berjalan berdampingan, tetapi melangkah bersama menuju masa depan. Dengan restu orang tua, doa keluarga, dan hati yang penuh keyakinan, Mas membawa keluarga besarnya untuk melamar Dwi. Hari lamaran menjadi saksi ikrar kami, bahwa cinta ini bukan sekedar rasa, tetapi pilihan untuk setia selamanya.
Tidak semua kisah berjalan mulus. Ada jarak, ada waktu, ada perbedaan yang menguji kesabaran. Namun dari sanalah kami belajar arti ketulusan. Bahwa cinta bukanlah mencari yang sempurna, tetapi bertahan, saling menerima, saling memaafkan dan tumbuh bersama.
Walau berbagai ujian terus menghujani, justru setiap ujian membuat kami semakin yakin bahwa kami ingin saling menggenggam lebih erat.















