Kami tidak bertemu lewat rencana besar. Hanya sebuah pertemuan sederhana.. Namun dari sana, percakapan kecil berubah menjadi rasa nyaman yang diam-diam tumbuh di hati 🤍
Hari demi hari, kami belajar saling mengenal. Bukan hanya tentang bahagia, tetapi juga tentang perbedaan, luka, dan doa. Karena cinta bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang saling bertahan 🌱
Waktu berjalan pelan, seolah sengaja menguji seberapa jauh hati ini mampu bertahan.
Empat tahun kami berjalan di garis yang berbeda,
namun anehnya… selalu mengarah ke titik yang sama.
Kami menjadi dua orang asing yang saling mengenal terlalu dalam,
menyimpan rindu di sela kesibukan,
menyebut nama yang sama di dalam doa yang tak pernah saling terdengar.
Ada hal-hal yang tidak lagi kami ucapkan,
bukan karena hilang,
tetapi karena terlalu dalam untuk sekadar dijelaskan.
Empat tahun ini seperti senja yang tak pernah benar-benar gelap—
redup, namun tetap menyisakan cahaya.
Seperti hujan yang datang diam-diam,
membasahi tanpa pernah meminta untuk dimengerti.
Dan di antara semua jarak yang tercipta,
kami tidak pernah benar-benar pergi.
Hanya menunggu…
hingga waktu selesai merapikan cerita kami. ⏳
Dengan keyakinan yang semakin kuat, dan restu dari kedua keluarga, kami mengikat sebuah janji dalam pertunangan 💍 Sebagai langkah serius menuju masa depan bersama.
Kini, dengan niat yang sama dan doa yang menyertai, kami memilih untuk menyempurnakan perjalanan ini dalam ikatan suci pernikahan. Sebagai awal baru untuk berbagi hidup, tumbuh, dan menua bersama.