Suatu kali pada kegiatan Pramuka Kabupaten Samosir, Marta bertemu dengan sahabat SMA nya. Kemudian mereka saling sapa, cerita hingga saling bertanya tentang pasangan. Marta bercerita pada sahabatnya bahwa dia belum punya pacar. Singkat cerita, pada seleksi paskibra sahabat Marta bertemu dengan seorang temannya saat duduk di bangku Sekolah Dasar ( Selamat Naibaho ).
Lalu mereka berjanji untuk bertemu di sebuah tempat makan sehingga mereka bertiga berkumpul.
Dari pertemuan tersebut, berlanjut lah ke sosial media hingga bertukar nomor wa dan lanjut komunikasi secara online. Dalam satu waktu hubungan komunikasi hilang karena kesibukan masing-masing.
Kebetulan di suatu pesta adat Marta dan teman temannya bertemu dengan keluarga Selamat. Keluarga pun bertanya tentang hubungan mereka.
Momen 17 Agustus jadi kesempatan yang baik bagi Selamat untuk menjumpai Marta ke Ronggurnihuta.
Lalu pada saat mau pulang, Selamat mengantarkan Marta ke rumah dan bertemu orang tua Marta.
Setelah pertemuan dengan orang tua Marta, Selamat intens menjumpai Marta secara langsung.
Pada hari Minggu di bulan November, Selamat mengajak Marta jalan jalan ke Tomok di sebuah Kafe Hub Tata. Mereka pun makan siang bersama. Lalu Selamat mengutarakan perasaan. Seminggu kemudian, memantapkan hati untuk ke jenjang yang lebih serius

